
Demo di Gambir Jakarta Pusat 10 Februari
Demo di Gambir Jakarta Pusat 10 Februari. Aksi demonstrasi kembali menggelar di kawasan Gambir, Jakarta Pusat, pada Senin, 10 Februari 2026. Ribuan massa dari berbagai elemen masyarakat berkumpul di sekitar Stasiun Gambir dan Bundaran Hotel Indonesia, menuntut beberapa isu krusial yang sedang hangat dibicarakan. Demonstrasi berlangsung damai meski sempat ada ketegangan kecil dengan aparat keamanan di beberapa titik. Massa yang mayoritas terdiri dari buruh, mahasiswa, dan kelompok masyarakat sipil menyuarakan penolakan terhadap kebijakan pemerintah terkait upah minimum, revisi undang-undang ketenagakerjaan, serta tuntutan transparansi anggaran negara. Aksi ini berlangsung dari pagi hingga sore tanpa bentrokan besar, meski lalu lintas di Jalan Medan Merdeka dan sekitarnya sempat macet total selama beberapa jam. REVIEW KOMIK
Latar Belakang dan Tuntutan Utama: Demo di Gambir Jakarta Pusat 10 Februari
Demonstrasi 10 Februari diprakarsai oleh gabungan serikat buruh terbesar di Indonesia, didukung organisasi mahasiswa dan kelompok advokasi hak asasi manusia. Titik kumpul utama berada di depan Stasiun Gambir, dengan arak-arakan massa bergerak menuju Bundaran HI dan Istana Merdeka. Tuntutan pokok yang disuarakan mencakup:
Penolakan terhadap kenaikan upah minimum provinsi (UMP) 2026 yang dianggap terlalu rendah dan tidak sesuai inflasi serta kebutuhan hidup layak.
Pembatalan rencana revisi Undang-Undang Cipta Kerja yang dinilai melemahkan perlindungan buruh, terutama pasal outsourcing dan pesangon.
Transparansi penggunaan anggaran negara, khususnya dana subsidi energi dan program bantuan sosial yang dianggap tidak tepat sasaran.
Penghentian kriminalisasi terhadap aktivis buruh dan mahasiswa yang menyuarakan aspirasi.
Massa juga membawa spanduk dan yel-yel yang menyoroti isu ketimpangan ekonomi, korupsi, serta dampak kebijakan ekonomi terhadap daya beli rakyat kecil. Beberapa perwakilan buruh menyampaikan orasi bahwa “upah minimum bukan hadiah, tapi hak dasar pekerja untuk hidup layak”. Aksi ini menjadi salah satu demonstrasi terbesar di Jakarta sejak awal tahun, dengan estimasi peserta mencapai 8.000–12.000 orang.
Perkembangan di Lapangan dan Respons Aparat: Demo di Gambir Jakarta Pusat 10 Februari
Demonstrasi dimulai sekitar pukul 09.00 WIB dengan long march dari Stasiun Gambir menuju Bundaran HI. Massa bergerak tertib, meski sempat ada penutupan jalan yang membuat kemacetan meluas hingga Jalan Thamrin dan Sudirman. Aparat kepolisian dari Polda Metro Jaya mengerahkan ribuan personel, termasuk barikade water cannon dan kendaraan taktis, tapi tidak ada penggunaan gas air mata atau kekerasan fisik yang dilaporkan.
Sekitar pukul 13.00 WIB, perwakilan massa diterima oleh staf Istana untuk menyampaikan petisi secara resmi. Setelah orasi bersama dan doa penutup, aksi mulai bubar secara bertahap pukul 16.00 WIB. Tidak ada korban luka berat atau penangkapan massal, meski beberapa orang ditahan sementara karena melanggar batas zona steril. Lalu lintas di kawasan Sudirman-Thamrin kembali normal menjelang malam, meski petugas masih berjaga di beberapa titik strategis.
Pihak kepolisian menyatakan aksi berjalan kondusif dan menghargai hak menyampaikan aspirasi, selama tetap damai dan tidak merusak fasilitas umum. Beberapa tokoh buruh menyatakan kepuasan karena tuntutan berhasil disampaikan langsung, meski menekankan bahwa perjuangan akan terus berlanjut jika tidak ada respons konkret dari pemerintah.
Kesimpulan
Demonstrasi di Gambir pada 10 Februari 2026 menjadi cerminan keresahan masyarakat terhadap isu ketenagakerjaan dan kebijakan ekonomi yang dirasa belum berpihak pada rakyat kecil. Meski berlangsung damai dan tanpa insiden besar, aksi ini mengingatkan pemerintah bahwa suara buruh, mahasiswa, dan masyarakat sipil tetap kuat dan perlu didengar. Dengan tuntutan yang jelas dan terstruktur, demonstrasi semacam ini bisa menjadi katalisator dialog konstruktif antara pemerintah dan elemen masyarakat. Ke depan, respons cepat dan transparan dari pihak berwenang akan menentukan apakah aspirasi ini berujung pada perubahan kebijakan atau justru memicu gelombang aksi lanjutan. Di tengah dinamika sosial yang terus bergerak, ruang demokrasi seperti ini tetap penting untuk menjaga keseimbangan kepentingan semua pihak.
You may also like


Tarif Sewa Pod Kerja 2026 Dan Pilihan Paket Durasi

Berita Terkini Hari Ini Update Isu Nasional Paling Hot
Archives
Calendar
| M | T | W | T | F | S | S |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | ||||||
| 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 |
| 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 |
| 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 |
| 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 |
| 30 | 31 | |||||
Leave a Reply