
Tur Messi di Kolkata India Berakhir Dengan Sangat Ricuh
Tur Messi di Kolkata India Berakhir Dengan Sangat Ricuh. Kunjungan Lionel Messi ke India dalam rangka tur promosional dimulai dengan penuh antusiasme, tapi berakhir ricuh di Kolkata. Pada Sabtu, 13 Desember 2025, bintang sepak bola Argentina itu tiba di Stadion Salt Lake untuk acara bertiket yang dihadiri ribuan penggemar. Messi hanya muncul sekitar 20 menit, berjalan mengelilingi lapangan sambil melambai, tapi dikelilingi rombongan besar yang menghalangi pandangan banyak penonton. Kekecewaan ini memicu kerusuhan: penggemar merobek kursi, melempar benda ke lapangan, dan bahkan menerobos masuk ke area rumput. Acara ini bagian dari tur tiga hari yang mencakup Kolkata, Hyderabad, Mumbai, dan New Delhi, dengan agenda klinik sepak bola anak muda, turnamen padel, dan inisiatif amal. MAKNA LAGU
Kronologi Kerusuhan: Tur Messi di Kolkata India Berakhir Dengan Sangat Ricuh
Semuanya bermula pagi hari dengan pembukaan patung Messi setinggi 70 kaki secara virtual di Lake Town, Kolkata. Messi kemudian menuju Stadion Salt Lake sekitar pukul 11 pagi. Sebelum kedatangannya, ada pertandingan eksibisi antara tim all-stars dari klub lokal Mohun Bagan dan Diamond Harbour. Penggemar sudah memenuhi stadion sejak pagi, banyak yang membayar tiket mahal untuk melihat idola mereka dari dekat. Namun, saat Messi muncul, ia langsung dikelilingi dignitari dan pengawal, membuat sebagian besar penonton sulit melihatnya jelas. Kunjungan yang dijadwalkan 45 menit dipotong menjadi 20 menit karena kekhawatiran keamanan. Begitu Messi pergi, kemarahan meledak: kursi dibongkar dan dilempar, botol air beterbangan, banner dirusak, dan ratusan penggemar turun ke lapangan. Polisi antihuruhara dikerahkan untuk mengendalikan situasi yang berlangsung hampir 90 menit.
Respons Pihak Berwenang dan Penyelenggara: Tur Messi di Kolkata India Berakhir Dengan Sangat Ricuh
Pemerintah Bengal Barat langsung bereaksi tegas. Kepala menteri setempat menyatakan sangat terganggu dengan kegagalan pengelolaan acara dan meminta maaf langsung kepada Messi serta para penggemar. Ia membentuk komite penyelidikan untuk menelusuri tanggung jawab dan mencegah kejadian serupa. Polisi setempat menahan penyelenggara utama acara atas tuduhan mismanagement. Penggemar yang kecewa juga menuntut pengembalian uang tiket, dan pihak berwenang berjanji akan memproses refund. Stadion Salt Lake, yang pernah mengalami kerusuhan serupa di masa lalu, kini rusak di beberapa bagian tribun. Messi sendiri melanjutkan tur ke Hyderabad sore harinya tanpa komentar publik, tapi acara di kota berikutnya berjalan lebih lancar dengan pengamanan ketat.
Dampak pada Tur dan Penggemar Sepak Bola India
Insiden ini menyoroti gairah besar penggemar sepak bola di Kolkata, kota yang dikenal fanatik terhadap olahraga ini meski kriket mendominasi nasional. Banyak penggemar datang dari jauh, bahkan ada yang membatalkan rencana lain hanya untuk melihat Messi. Kekecewaan mereka wajar karena harapan tinggi setelah penantian 14 tahun sejak kunjungan terakhir Messi pada 2011. Tur ini seharusnya jadi momen bahagia, memperkuat popularitas sepak bola di India. Namun, kerusuhan justru meninggalkan citra buruk dan pertanyaan soal pengelolaan event besar. Di sisi lain, acara di kota-kota berikutnya seperti Hyderabad menunjukkan interaksi lebih baik, dengan Messi bermain singkat bersama anak-anak dan tokoh lokal.
Kesimpulan
Tur Messi di Kolkata yang berakhir ricuh menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya manajemen kerumunan di acara bertaraf internasional. Meski antusiasme penggemar luar biasa, kegagalan koordinasi merusak pengalaman banyak orang dan memicu respons cepat dari otoritas. Tur keseluruhan tetap berlanjut, membawa kegembiraan ke kota lain sambil mengingatkan bahwa idola seperti Messi bisa menyatukan, tapi juga memicu emosi kuat jika tidak ditangani baik. Kejadian ini tak mengurangi status Messi sebagai ikon global, tapi menekankan perlunya persiapan matang untuk event serupa di masa depan. Penggemar India akhirnya tetap bangga telah menyambut salah satu yang terhebat sepanjang masa.
You may also like

Trump Berikan Jari Tengah Usai Diteriaki “Pelindung Pedofil”

Kyiv Ditutup Kegelapan Usai Laringan Listrik Rusia Dirusak

Leave a Reply