Skip to content

Menu

  • Sample Page

Archives

  • January 2026
  • December 2025

Calendar

January 2026
M T W T F S S
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
« Dec    

Categories

  • Uncategorized

Copyright Avodahfamilycoaching Tempat Berita Terlengkap dan Terbaru 2026 | Theme by ThemeinProgress | Proudly powered by WordPress

Avodahfamilycoaching Tempat Berita Terlengkap dan Terbaru
  • Sample Page
You are here :
  • Home
  • Uncategorized
  • Israel Bunuh Ratusan Buaya Usai Takut Dijadikan Teror
israel-bunuh-ratusan-buaya-usai-takut-dijadikan-teror
Written by adminDecember 7, 2025

Israel Bunuh Ratusan Buaya Usai Takut Dijadikan Teror

Uncategorized Article

Israel Bunuh Ratusan Buaya Usai Takut Dijadikan Teror. Insiden kontroversial di Tepi Barat kembali mengguncang opini publik internasional setelah Israel membunuh ratusan buaya Nile di sebuah peternakan di permukiman Petza’el, Lembah Yordan. Kejadian ini terjadi pada Agustus 2025, tapi baru terungkap secara detail pada awal Desember melalui laporan resmi dari Administrasi Sipil Israel dan Otoritas Taman Alam. Alasan utama: kekhawatiran buaya bisa dijadikan senjata teror oleh aktor asing yang membobol pagar dan melepaskannya ke komunitas sekitar. Total 262 buaya dilaporkan tewas, meski pemilik peternakan klaim lebih dari 250. Keputusan ini picu protes keras dari kelompok hak hewan, yang sebut sebagai pembantaian kejam terhadap spesies terlindungi. Di tengah ketegangan wilayah pendudukan, insiden ini jadi simbol betapa rumitnya keamanan dan konservasi di zona konflik. BERITA BOLA

Kronologi Pembunuhan Buaya: Israel Bunuh Ratusan Buaya Usai Takut Dijadikan Teror

Peternakan buaya di Petza’el dibuka pada 1990-an sebagai atraksi wisata, tapi tutup pada 2013 saat buaya Nile diklasifikasikan sebagai spesies terlindungi berdasarkan perjanjian internasional. Sejak itu, ratusan buaya dibiarkan di kandang rusak, tanpa pemeliharaan memadai. Pada Agustus 2025, Administrasi Sipil Israel—badan pengawas sipil di wilayah Palestina—dan Otoritas Taman Alam memutuskan eutanasia massal. Mereka tembak buaya satu per satu, lalu kubur di lokasi tak diketahui tanpa beri tahu pemilik. Alasan resmi: pagar kandang bolong, buaya sering kabur (beberapa pernah ditangkap ulang tanpa korban jiwa), dan peningkatan insiden orang asing masuk untuk provokasi—seperti remaja lempar batu, yang terekam video viral tahun ini. Situasi keamanan wilayah juga disebut jadi faktor: takut kelompok radikal bebaskan buaya sebagai bentuk sabotase, potensi sebabkan insiden internasional jika mencapai Sungai Yordan dekat perbatasan Yordania.

Alasan Keamanan dan Kondisi Kandang: Israel Bunuh Ratusan Buaya Usai Takut Dijadikan Teror

Otoritas Israel sebut keputusan ini ganda: cegah ancaman publik dan akhiri penderitaan hewan. Kandang rusak sejak 2013, buaya kekurangan makanan hingga kanibalisme—mereka saling makan, kondisi yang disebut “penyalahgunaan hewan” oleh penasihat perdana menteri soal kesejahteraan hewan, Tal Gilboa. Pemerintah keluarkan ratusan ribu shekel (lebih dari US$29.000) untuk pagar baru, tapi pemilik tak kooperatif. “Jika buaya lolos ke Yordan, bisa jadi insiden besar,” kata kepala komunitas setempat pada 2018, soroti risiko. Di zona pendudukan, kekhawatiran teror logis: Lembah Yordan dekat perbatasan, dan insiden provokasi sering terjadi. Tapi kritikus bilang alasan keamanan dibesar-besarkan—buaya tak pernah serang manusia, dan pembunuhan ini lebih soal biaya pemeliharaan daripada ancaman nyata.

Protes dari Kelompok Hak Hewan

Kelompok seperti Let the Animals Live, IDF Vegan Advocacy Project, dan Jane Goodall Institute Israel langsung protes. Mereka sebut pembunuhan “kejam dan ilegal”, langgar komitmen Israel lindungi spesies terancam. “Buaya ini tak pernah serang siapa pun, dan eutanasia massal ini pembantaian,” kata Let the Animals Live. Mereka tuntut informasi transparan soal lokasi penguburan dan konsultasi dokter hewan—yang katanya dilakukan, tapi tak cukup. Pemilik peternakan klaim rugi jutaan shekel, bilang tindakan itu tanpa koordinasi dan langgar hukum. Laporan Haaretz ungkap pemerintah tolak permintaan informasi bebas sejak empat bulan lalu, picu tuduhan sembunyikan fakta. Protes ini tambah tekanan pada Administrasi Sipil, yang katanya habiskan dana besar tapi gagal solusi alternatif seperti relokasi ke kebun binatang.

Kesimpulan

Pembunuhan ratusan buaya di Petza’el jadi cerita kontroversial yang campur keamanan, kesejahteraan hewan, dan dinamika wilayah pendudukan. Dari kekhawatiran teror hingga kondisi kandang rusak, keputusan Israel ini punya dasar, tapi protes hak hewan tunjukkan sisi gelapnya—pembantaian spesies terlindungi tanpa alternatif. Di Lembah Yordan yang sensitif, insiden ini ingatkan betapa rumitnya seimbangkan ancaman dengan etika. Bagi pemilik dan aktivis, ini kerugian besar; bagi otoritas, langkah preventif. Semoga kasus ini dorong solusi lebih baik di masa depan—bukan lagi pembunuhan massal. Wilayah konflik butuh keseimbangan, dan buaya-buaya itu pantas kenangan damai, bukan akhir tragis.

BACA SELENGKAPNYA DI…

You may also like

trump-berikan-jari-tengah-usai-diteriaki-pelindung-pedofil

Trump Berikan Jari Tengah Usai Diteriaki “Pelindung Pedofil”

January 14, 2026
kyiv-ditutup-kegelapan-usai-laringan-listrik-rusia-dirusak

Kyiv Ditutup Kegelapan Usai Laringan Listrik Rusia Dirusak

January 13, 2026
peran-olahraga-dalam-menjaga-kesehatan-otot

Peran Olahraga dalam Menjaga Kesehatan Otot

January 11, 2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Archives

  • January 2026
  • December 2025

Calendar

January 2026
M T W T F S S
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
« Dec    

Categories

  • Uncategorized

Archives

  • January 2026
  • December 2025

Categories

  • Uncategorized

Copyright Avodahfamilycoaching Tempat Berita Terlengkap dan Terbaru 2026 | Theme by ThemeinProgress | Proudly powered by WordPress