
Paus Leo Serukan Gencatan Senjata Global Saat Nataru
Paus Leo Serukan Gencatan Senjata Global Saat Nataru. Paus Leo XIV menyampaikan seruan kuat untuk gencatan senjata global pada Hari Natal 2025. Dalam pertemuan dengan wartawan di kediamannya di Castel Gandolfo pada 23 Desember 2025, ia mengungkapkan kesedihan mendalam atas penolakan Rusia terhadap permintaan gencatan senjata di Ukraina. Seruan ini menekankan pentingnya menghormati setidaknya satu hari damai di seluruh dunia, tepat pada perayaan kelahiran Juru Selamat. Pesan ini menjadi sorotan di tengah konflik berkepanjangan yang masih membayangi banyak wilayah, sekaligus mengingatkan umat akan makna sejati Natal sebagai hari perdamaian. BERITA BASKET
Seruan untuk 24 Jam Damai: Paus Leo Serukan Gencatan Senjata Global Saat Nataru
Paus Leo XIV memperbarui ajakannya kepada semua orang berkehendak baik untuk menghormati hari perdamaian pada Natal. Ia berharap ada jeda pertempuran selama 24 jam penuh di seluruh dunia, meski hanya satu hari. Fokus utama tertuju pada Ukraina, di mana ia menyatakan kesedihan besar karena Rusia tampaknya menolak permintaan gencatan senjata. Rusia sejak invasi Februari 2022 kerap menolak usulan serupa, dengan alasan bisa memberi keuntungan militer bagi Ukraina.
Seruan ini bukan sekadar harapan, tapi panggilan moral agar suara senjata dibungkam setidaknya pada hari suci ini. Paus berdoa agar pihak-pihak bertikai mendengar ajakan tersebut, sehingga dunia bisa merasakan kedamaian meski sementara.
Konteks Konflik Global: Paus Leo Serukan Gencatan Senjata Global Saat Nataru
Pesan Paus datang saat konflik di berbagai belahan dunia masih membara. Di Ukraina, serangan besar-besaran baru saja terjadi, menambah penderitaan rakyat sipil. Paus juga menyebut Timur Tengah, di mana diskusi fase kedua gencatan senjata sedang berlangsung, serta kunjungan kardinal ke Gaza baru-baru ini. Ia menyoroti penderitaan komunitas Kristen di wilayah tersebut, sambil mengajak rekonsiliasi luas.
Seruan ini melanjutkan tradisi Vatikan yang selalu menyerukan perdamaian di akhir tahun. Paus Leo XIV, yang baru-baru ini bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, menunjukkan komitmen pribadi dalam mendorong dialog antarpihak bertikai.
Harapan dan Dampak Pesan
Pesan Paus ini diharapkan menginspirasi orang-orang berkehendak baik di seluruh dunia untuk mendukung jeda pertempuran. Meski realitas konflik sulit diubah dalam sehari, ajakan untuk satu hari damai bisa menjadi langkah awal menuju perdamaian lebih permanen. Ia menekankan bahwa Natal adalah momen untuk mengesampingkan kebencian dan membuka hati bagi rekonsiliasi.
Di tengah persiapan perayaan akhir tahun, seruan ini mengingatkan bahwa perdamaian sejati berawal dari penghormatan terhadap hari kelahiran Yesus sebagai simbol harapan bagi semua umat manusia.
Kesimpulan
Seruan Paus Leo XIV untuk gencatan senjata global saat Natal 2025 menjadi pengingat kuat akan nilai perdamaian di tengah dunia yang penuh konflik. Dengan fokus pada jeda 24 jam dan kesedihan atas situasi Ukraina, pesan ini mengajak semua pihak menghormati hari suci sebagai hari damai. Meski tantangan besar, harapan tetap ada bahwa suara moral seperti ini bisa mendorong langkah nyata menuju rekonsiliasi. Pada akhirnya, Natal mengajarkan bahwa perdamaian mungkin saja dimulai dari satu hari penuh tanpa kekerasan, sebagai hadiah terbaik bagi dunia.
You may also like

Trump Berikan Jari Tengah Usai Diteriaki “Pelindung Pedofil”

Kyiv Ditutup Kegelapan Usai Laringan Listrik Rusia Dirusak

Leave a Reply