
Ratusan Turis di Museum Louvre Antri Usai Pegawai Mogok Kerja
Ratusan Turis di Museum Louvre Antri Usai Pegawai Mogok Kerja. Ratusan turis terpaksa mengantri panjang di depan Museum Louvre di Paris pada 17 Desember 2025, saat pembukaan museum tertunda karena pegawai melakukan voting untuk melanjutkan mogok kerja. Aksi ini merupakan kelanjutan dari pemogokan yang dimulai Senin lalu, yang menyebabkan museum tutup total dan ribuan pengunjung kecewa. Pegawai, sekitar 400 orang dari total 2.200 staf, menuntut perbaikan kondisi kerja, penambahan tenaga, dan renovasi bangunan yang sudah tua. Situasi ini semakin rumit pasca perampokan spektakuler pada Oktober lalu, yang menyoroti kekurangan keamanan dan manajemen. BERITA BOLA
Alasan Mogok Kerja Pegawai: Ratusan Turis di Museum Louvre Antri Usai Pegawai Mogok Kerja
Pegawai Louvre menyatakan kemarahan atas kondisi kerja yang semakin buruk. Mereka menuntut kenaikan gaji, perekrutan staf permanen lebih banyak, terutama di bagian pengawasan dan layanan pengunjung, serta alokasi dana yang lebih baik untuk perawatan gedung. Bangunan istana bekas ini sering mengalami masalah, seperti kebocoran air yang merusak ratusan buku kuno baru-baru ini, serta risiko struktural di beberapa galeri. Mogok ini juga menolak rencana kenaikan harga tiket hingga 45 persen untuk pengunjung non-Eropa mulai Januari mendatang. Serikat pekerja menyebut staf sebagai “benteng terakhir sebelum runtuh”, karena peringatan internal selama ini diabaikan manajemen.
Dampak pada Pengunjung: Ratusan Turis di Museum Louvre Antri Usai Pegawai Mogok Kerja
Pada Rabu pagi, ratusan turis dari berbagai negara sudah mengantri di halaman piramida kaca, meski suhu dingin. Banyak yang datang lebih awal, berharap museum buka seperti biasa setelah tutup rutin Selasa. Seorang turis Spanyol di ujung antrean mengaku sudah menunggu satu jam, tapi memahami tuntutan pegawai. Pengunjung lain dari Amerika dan Asia menyatakan kekecewaan, karena Louvre sering jadi tujuan utama perjalanan mereka, terutama untuk melihat karya ikonik seperti Mona Lisa. Tiket yang sudah dibeli secara otomatis dikembalikan, tapi banyak yang harus mengubah rencana liburan di musim sibuk akhir tahun.
Perkembangan Terkini dan Respons
Voting pegawai pada Rabu pagi memutuskan melanjutkan mogok secara bulat. Namun, manajemen memilih membuka museum secara parsial, meski beberapa ruangan tetap tutup karena kurangnya staf. Pengunjung masih bisa mengakses karya utama, tapi dengan keterbatasan. Kementerian Kebudayaan telah mengusulkan pembatalan pemotongan anggaran 2026 dan perekrutan tambahan, tapi serikat menganggapnya belum cukup. Direktur museum dijadwalkan menghadiri sidang senat untuk menjelaskan isu keamanan pasca perampokan. Negosiasi terus berlangsung untuk mencari solusi cepat.
Kesimpulan
Mogok kerja di Louvre menunjukkan ketegangan mendalam antara tuntutan pegawai dan tekanan operasional museum terbesar dunia. Meski pembukaan parsial hari ini meringankan sebagian dampak, situasi ini mengganggu ribuan turis di puncak musim liburan. Perlu dialog intensif antara manajemen, serikat, dan pemerintah untuk mengatasi akar masalah, seperti kekurangan staf dan renovasi mendesak. Kejadian ini jadi pengingat bahwa di balik kemegahan koleksi seni, ada tantangan nyata dalam mengelola warisan budaya global. Diharapkan resolusi segera agar Louvre kembali normal dan aman bagi semua.
You may also like

Trump Berikan Jari Tengah Usai Diteriaki “Pelindung Pedofil”

Kyiv Ditutup Kegelapan Usai Laringan Listrik Rusia Dirusak

Leave a Reply